Makin hari cintaku makin meradang
Tiap hari saat aku membuka mata
Hanya dia yang ada di singgasana fikiran
Setiap pelupuk mataku berkedip
Dialah yang muncul meski hanya sedetik
Saat aku melangkah
Seolah dia yang jadi penentu arah
Saat aku berjalan maju
Seakan dialah yang kutuju
Dia telah dimiliki
Dia telah memiliki
Aku tak berhak mencaci
Aku tak berhak memaki
Aku ingin menjauh
Namun hatiku terpaut
Aku ingin berlari
Namun pasungan ini menahanku pergi
Aku lelah harus selalu seperti ini
Selalu menunggu...selalu menanti
Tiada tempat untuk berbagi
Hingga sakit dan perih hati ini
Akankah semua ini...
Berlangsung hingga kumati...?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar